1. Sinta
Dewa: Bathara Yamadipati
Watak teguh, berwibawa, sering jadi panutan. Awal siklus pawukon.
Daftar lengkap 30 wuku dalam siklus pawukon β sistem penanggalan minggu khas Jawa-Bali yang berputar setiap 210 hari (30 Γ 7).
Pawukon adalah siklus 210 hari berisi 30 wuku, masing-masing 7 hari. Selalu mulai hari Minggu dengan wuku Sinta dan berakhir Sabtu wuku Watugunung. Hari ini (Rabu, 3 Juni 2026) adalah wuku Julungwangi hari ke-4.
Wuku Hari Ini
Julungwangi (ke-9 dari 30)
Hari ke-4 dari 7. Dewa: Bathara Sambo. Pribadi harum, banyak teman, ramah, suka membantu.
Rabu, 3 Juni 2026 (Asia/Jakarta)
Dewa: Bathara Yamadipati
Watak teguh, berwibawa, sering jadi panutan. Awal siklus pawukon.
Dewa: Bathara Mahadewa
Tajam pikiran, kritis, pandai berbicara. Cenderung perfeksionis.
Dewa: Bathara Mahayekti
Kokoh seperti gunung, tenang, dipercaya orang banyak.
Dewa: Bathara Langsur
Lincah, banyak akal, mudah menyesuaikan diri.
Dewa: Bathara Bayu
Lemah lembut, pendiam, namun pendiriannya kuat di dalam.
Dewa: Bathara Cakra
Tekun, ulet, sabar menghadapi ujian hidup.
Dewa: Bathara Asmara
Penyayang, romantis, mudah jatuh hati. Pintar memikat lawan jenis.
Dewa: Bathara Maharesi
Bijak, dermawan, dihormati orang tua dan tetangga.
Dewa: Bathara Sambo
Pribadi harum, banyak teman, ramah, suka membantu.
Dewa: Bathara Gana
Berlawanan arus, kadang nekat, namun pemberani dan kreatif.
Dewa: Bathara Kamajaya
Mulia, dermawan, sering menjadi pemimpin spiritual. Hari Galungan jatuh pada wuku ini di Bali.
Dewa: Bathara Indra
Tenang, sopan, rajin beribadah. Hari Kuningan jatuh pada wuku ini di Bali.
Dewa: Bathara Kala
Karakter tajam, jujur apa adanya, kadang dianggap keras kepala.
Dewa: Bathara Brahma
Kreatif, banyak ide, pandai mencipta hal baru.
Dewa: Bathara Guritno
Pendiam, dalam pikiran, suka merenung dan menulis.
Dewa: Bathara Tantra
Tegas, suka berterus terang, kadang dianggap blak-blakan.
Dewa: Bathara Wisnu
Pelindung, menjaga keadilan, sering jadi penengah konflik.
Dewa: Bathara Surenggana
Tegar, tidak mudah menyerah, sering diuji kesabaran.
Dewa: Bathara Siwa
Hidup serba berlawanan; mudah berubah pendirian namun pintar.
Dewa: Bathara Basuki
Hidup sederhana, suka berbagi, namun rezeki naik turun.
Dewa: Bathara Sakri
Kuat fisik dan tekad. Bekerja keras tanpa banyak bicara.
Dewa: Bathara Kuwera
Pandai mengatur keuangan; hemat dan teliti.
Dewa: Bathara Citragotra
Suka membantu sesama; mudah bergaul lintas kalangan.
Dewa: Bathara Bisma
Pemberani, suka tantangan, kadang cepat marah namun cepat reda.
Dewa: Bathari Durga
Kuat berkumpul dengan banyak orang; cocok jadi koordinator.
Dewa: Bathara Singajalma
Berkarisma, suka tampil, pandai berbicara di depan umum.
Dewa: Bathari Sri
Lembut dan halus seperti boneka wayang; sabar dan welas asih.
Dewa: Bathara Sadana
Penyayang keluarga; menjaga harta dan tradisi leluhur.
Dewa: Bathara Sakri
Sederhana namun tahan banting; bertahan di kondisi sulit.
Dewa: Bathara Antaboga
Karakter teguh seperti batu. Penutup siklus β sering dianggap sakral.
Pawukon adalah sistem siklus minggu khas Jawa dan Bali yang sudah dipakai jauh sebelum era Sultan Agung. Berbeda dengan kalender Masehi (solar), Hijriah (lunar), atau Saka (luni-solar), pawukon adalah siklus murni 210 hari β tidak terikat fase bulan atau musim.
Satu siklus = 30 wuku Γ 7 hari. Setiap wuku punya nama, watak, dan dewa pelindung yang dijabarkan dalam Lontar Sundarigama serta primbon Jawa. Wuku dipakai bersama pasaran (siklus 5-hari) dan weton (gabungan hari + pasaran) untuk menentukan hari baik upacara adat, perhitungan jodoh, dan watak seseorang berdasarkan tanggal lahir.
Di Bali, dua hari raya terbesar β Galungan dan Kuningan β selalu jatuh pada wuku ke-11 dan ke-12 siklus pawukon, dirayakan dua kali per tahun Masehi karena siklusnya 210 hari (bukan 365).
Wuku adalah satuan minggu dalam sistem pawukon β siklus 210 hari yang terdiri dari 30 wuku, masing-masing berisi 7 hari. Wuku dipakai di Jawa dan Bali untuk menentukan hari baik, ritual adat, dan watak seseorang berdasarkan tanggal lahir.
30 wuku, dimulai dari Sinta (wuku 1) dan diakhiri Watugunung (wuku 30). Urutan: Sinta, Landep, Wukir, Kurantil, Tolu, Gumbreg, Warigalit, Warigagung, Julungwangi, Sungsang, Galungan, Kuningan, Langkir, Mandasiya, Julungpujut, Pahang, Kuruwelut, Marakeh, Tambir, Medangkungan, Maktal, Wuye, Manahil, Prangbakat, Bala, Wugu, Wayang, Kulawu, Dukut, Watugunung.
Hitung jumlah hari dari satu hari yang diketahui wukunya, lalu bagi 7 untuk mendapat wuku ke berapa dan sisa baginya untuk hari ke berapa dalam wuku itu. Pada KalenderIndo, cek tanggal apapun di /weton/[tanggal] atau lihat hari ini di /kalender-jawa-hari-ini β wuku otomatis ditampilkan.
Hari Raya Galungan jatuh pada hari Rabu (hari ke-4) wuku Galungan (wuku ke-11). Karena siklus pawukon 210 hari, Galungan dirayakan dua kali per tahun Masehi. Tujuh hari setelahnya adalah Hari Raya Kuningan (Rabu wuku Kuningan ke-12).