πŸŒ€Pawukon β€” 30 Wuku

30 WUKU
PAWUKON

Daftar lengkap 30 wuku dalam siklus pawukon β€” sistem penanggalan minggu khas Jawa-Bali yang berputar setiap 210 hari (30 Γ— 7).

Jawaban Singkat

Pawukon adalah siklus 210 hari berisi 30 wuku, masing-masing 7 hari. Selalu mulai hari Minggu dengan wuku Sinta dan berakhir Sabtu wuku Watugunung. Hari ini (Rabu, 3 Juni 2026) adalah wuku Julungwangi hari ke-4.

Wuku Hari Ini

Julungwangi (ke-9 dari 30)

Hari ke-4 dari 7. Dewa: Bathara Sambo. Pribadi harum, banyak teman, ramah, suka membantu.

Rabu, 3 Juni 2026 (Asia/Jakarta)

Daftar 30 Wuku

1. Sinta

Dewa: Bathara Yamadipati

Watak teguh, berwibawa, sering jadi panutan. Awal siklus pawukon.

2. Landep

Dewa: Bathara Mahadewa

Tajam pikiran, kritis, pandai berbicara. Cenderung perfeksionis.

3. Wukir

Dewa: Bathara Mahayekti

Kokoh seperti gunung, tenang, dipercaya orang banyak.

4. Kurantil

Dewa: Bathara Langsur

Lincah, banyak akal, mudah menyesuaikan diri.

5. Tolu

Dewa: Bathara Bayu

Lemah lembut, pendiam, namun pendiriannya kuat di dalam.

6. Gumbreg

Dewa: Bathara Cakra

Tekun, ulet, sabar menghadapi ujian hidup.

7. Warigalit

Dewa: Bathara Asmara

Penyayang, romantis, mudah jatuh hati. Pintar memikat lawan jenis.

8. Warigagung

Dewa: Bathara Maharesi

Bijak, dermawan, dihormati orang tua dan tetangga.

9. Julungwangi

Hari ini

Dewa: Bathara Sambo

Pribadi harum, banyak teman, ramah, suka membantu.

10. Sungsang

Dewa: Bathara Gana

Berlawanan arus, kadang nekat, namun pemberani dan kreatif.

11. Galungan

Dewa: Bathara Kamajaya

Mulia, dermawan, sering menjadi pemimpin spiritual. Hari Galungan jatuh pada wuku ini di Bali.

12. Kuningan

Dewa: Bathara Indra

Tenang, sopan, rajin beribadah. Hari Kuningan jatuh pada wuku ini di Bali.

13. Langkir

Dewa: Bathara Kala

Karakter tajam, jujur apa adanya, kadang dianggap keras kepala.

14. Mandasiya

Dewa: Bathara Brahma

Kreatif, banyak ide, pandai mencipta hal baru.

15. Julungpujut

Dewa: Bathara Guritno

Pendiam, dalam pikiran, suka merenung dan menulis.

16. Pahang

Dewa: Bathara Tantra

Tegas, suka berterus terang, kadang dianggap blak-blakan.

17. Kuruwelut

Dewa: Bathara Wisnu

Pelindung, menjaga keadilan, sering jadi penengah konflik.

18. Marakeh

Dewa: Bathara Surenggana

Tegar, tidak mudah menyerah, sering diuji kesabaran.

19. Tambir

Dewa: Bathara Siwa

Hidup serba berlawanan; mudah berubah pendirian namun pintar.

20. Medangkungan

Dewa: Bathara Basuki

Hidup sederhana, suka berbagi, namun rezeki naik turun.

21. Maktal

Dewa: Bathara Sakri

Kuat fisik dan tekad. Bekerja keras tanpa banyak bicara.

22. Wuye

Dewa: Bathara Kuwera

Pandai mengatur keuangan; hemat dan teliti.

23. Manahil

Dewa: Bathara Citragotra

Suka membantu sesama; mudah bergaul lintas kalangan.

24. Prangbakat

Dewa: Bathara Bisma

Pemberani, suka tantangan, kadang cepat marah namun cepat reda.

25. Bala

Dewa: Bathari Durga

Kuat berkumpul dengan banyak orang; cocok jadi koordinator.

26. Wugu

Dewa: Bathara Singajalma

Berkarisma, suka tampil, pandai berbicara di depan umum.

27. Wayang

Dewa: Bathari Sri

Lembut dan halus seperti boneka wayang; sabar dan welas asih.

28. Kulawu

Dewa: Bathara Sadana

Penyayang keluarga; menjaga harta dan tradisi leluhur.

29. Dukut

Dewa: Bathara Sakri

Sederhana namun tahan banting; bertahan di kondisi sulit.

30. Watugunung

Dewa: Bathara Antaboga

Karakter teguh seperti batu. Penutup siklus β€” sering dianggap sakral.

Tentang Pawukon

Pawukon adalah sistem siklus minggu khas Jawa dan Bali yang sudah dipakai jauh sebelum era Sultan Agung. Berbeda dengan kalender Masehi (solar), Hijriah (lunar), atau Saka (luni-solar), pawukon adalah siklus murni 210 hari β€” tidak terikat fase bulan atau musim.

Satu siklus = 30 wuku Γ— 7 hari. Setiap wuku punya nama, watak, dan dewa pelindung yang dijabarkan dalam Lontar Sundarigama serta primbon Jawa. Wuku dipakai bersama pasaran (siklus 5-hari) dan weton (gabungan hari + pasaran) untuk menentukan hari baik upacara adat, perhitungan jodoh, dan watak seseorang berdasarkan tanggal lahir.

Di Bali, dua hari raya terbesar β€” Galungan dan Kuningan β€” selalu jatuh pada wuku ke-11 dan ke-12 siklus pawukon, dirayakan dua kali per tahun Masehi karena siklusnya 210 hari (bukan 365).

FAQ

Apa itu wuku dalam kalender Jawa?

Wuku adalah satuan minggu dalam sistem pawukon β€” siklus 210 hari yang terdiri dari 30 wuku, masing-masing berisi 7 hari. Wuku dipakai di Jawa dan Bali untuk menentukan hari baik, ritual adat, dan watak seseorang berdasarkan tanggal lahir.

Ada berapa wuku dan urutan namanya?

30 wuku, dimulai dari Sinta (wuku 1) dan diakhiri Watugunung (wuku 30). Urutan: Sinta, Landep, Wukir, Kurantil, Tolu, Gumbreg, Warigalit, Warigagung, Julungwangi, Sungsang, Galungan, Kuningan, Langkir, Mandasiya, Julungpujut, Pahang, Kuruwelut, Marakeh, Tambir, Medangkungan, Maktal, Wuye, Manahil, Prangbakat, Bala, Wugu, Wayang, Kulawu, Dukut, Watugunung.

Bagaimana cara mengetahui wuku tanggal tertentu?

Hitung jumlah hari dari satu hari yang diketahui wukunya, lalu bagi 7 untuk mendapat wuku ke berapa dan sisa baginya untuk hari ke berapa dalam wuku itu. Pada KalenderIndo, cek tanggal apapun di /weton/[tanggal] atau lihat hari ini di /kalender-jawa-hari-ini β€” wuku otomatis ditampilkan.

Apa hubungan wuku Galungan dengan hari raya Galungan di Bali?

Hari Raya Galungan jatuh pada hari Rabu (hari ke-4) wuku Galungan (wuku ke-11). Karena siklus pawukon 210 hari, Galungan dirayakan dua kali per tahun Masehi. Tujuh hari setelahnya adalah Hari Raya Kuningan (Rabu wuku Kuningan ke-12).

Halaman Terkait