Masehi (Gregorian)
Kalender solar berbasis siklus Matahari. 365 atau 366 hari per tahun (kabisat tiap 4 tahun, kecuali abad). Diberlakukan Paus Gregorius XIII pada 1582 sebagai revisi kalender Julian.
Konversi tanggal antara tiga sistem penanggalan yang dipakai di Indonesia: Masehi (Gregorian), Hijriah (kalender Islam tabular), dan Jawa (lunar pasca reformasi Sultan Agung 1633 M).
Pilih kalender sumber, lalu masukkan tanggalnya. Dua kalender lain otomatis menampilkan tanggal ekuivalen. Tabular Kuwaiti dipakai untuk Hijriah — bisa berbeda ±1 hari dengan kalender resmi Kemenag yang berbasis rukyat. Semua perhitungan berjalan di browser Anda tanpa pengiriman data.
Masehi (Input)
3 Juni 2026
Hijriah
17 Dhu al-Hijjah 1447 H
Jawa
17 Besar 1959 J
Kalender solar berbasis siklus Matahari. 365 atau 366 hari per tahun (kabisat tiap 4 tahun, kecuali abad). Diberlakukan Paus Gregorius XIII pada 1582 sebagai revisi kalender Julian.
Kalender lunar berbasis siklus Bulan. 354 atau 355 hari per tahun, sehingga 11 hari lebih pendek dari Masehi. Konverter ini memakai metode tabular Kuwaiti (siklus tetap 30 tahun, 11 di antaranya kabisat).
Sebelum 1633 M berbasis Saka (solar). Sultan Agung Mataram mensinkronkannya dengan siklus lunar Hijriah pada 8 Juli 1633 M (= 1 Sura 1555 J = 1 Muharram 1043 H), tetapi mempertahankan hitungan tahun Saka yang sudah ada.
| # | Hijriah | Jawa (Sasi) |
|---|---|---|
| 1 | Muharram | Sura |
| 2 | Safar | Sapar |
| 3 | Rabi' al-Awwal | Mulud |
| 4 | Rabi' al-Thani | Bakda Mulud |
| 5 | Jumada al-Awwal | Jumadilawal |
| 6 | Jumada al-Thani | Jumadilakir |
| 7 | Rajab | Rejeb |
| 8 | Sha'ban | Ruwah |
| 9 | Ramadan | Pasa |
| 10 | Shawwal | Sawal |
| 11 | Dhu al-Qi'dah | Sela |
| 12 | Dhu al-Hijjah | Besar |
Kalender Hijriah di konverter ini memakai algoritma tabular Kuwaiti — siklus 30 tahun dengan 11 tahun kabisat pada tahun ke 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26, dan 29.
Hasil tabular bisa berbeda ±1 hari dari kalender berbasis rukyat (pengamatan hilal) seperti yang dipakai Kementerian Agama RI untuk hari raya. Untuk penjadwalan ibadah, gunakan pengumuman resmi Kemenag; untuk perhitungan administratif tetap, konverter ini cocok.
Tahun Jawa = tahun Hijriah + 512 sejak 1633 M. Tanggal sebelum 8 Juli 1633 M tidak dikonversi ke Jawa karena sistem pre-reform (Saka solar) berbeda mendasar.
Konverter ini memakai metode Hijriah tabular (Kuwaiti / Microsoft Hijri-1). Kalender resmi Kementerian Agama Indonesia dan Umm al-Qura Arab Saudi sering memakai rukyat (pengamatan hilal), sehingga awal bulan dapat bergeser ±1 hari. Tabular cocok untuk perhitungan administratif tetap; rukyat lebih akurat untuk ibadah.
Sejak Sultan Agung Hanyokrokusumo melakukan reformasi kalender pada 1 Sura 1555 J / 1 Muharram 1043 H (8 Juli 1633 M), tahun Jawa selalu sama dengan tahun Hijriah ditambah 512. Bulan juga sejajar — Sura ↔ Muharram, Pasa ↔ Ramadan, Besar ↔ Dhu al-Hijjah.
Belum. Sebelum reformasi Sultan Agung, kalender Jawa mengikuti sistem Saka berbasis solar (matahari). Sistem ini berbeda dengan kalender Jawa lunar modern; konversinya membutuhkan perhitungan terpisah dan tidak disediakan oleh alat ini.
Tidak. Semua perhitungan berjalan di browser Anda. Tidak ada permintaan jaringan, tidak ada penyimpanan, tidak ada tracking — konverter ini sama amannya seperti kalkulator HP.