๐Ÿ“ŒPeringatan

HARI PENDIDIKAN
NASIONAL

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei, bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara โ€” Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Tahun ini, Hardiknas jatuh pada Minggu, 2 Mei 2027.

Sejarah & Asal Usul

Ki Hadjar Dewantara, lahir 2 Mei 1889, mendirikan Taman Siswa pada 1922 dan merumuskan filosofi pendidikan "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani". Penetapan Hardiknas dilakukan lewat Keppres No. 316/1959.

Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, bangsawan lingkungan Pakualaman. Ia memulai kiprah sebagai jurnalis dan aktivis pergerakan, ikut mendirikan Indische Partij bersama Douwes Dekker dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo โ€” trio yang dikenal sebagai "Tiga Serangkai".

Tulisannya yang paling terkenal, "Als ik een Nederlander was" (Seandainya Aku Seorang Belanda, 1913), menyindir tajam rencana pemerintah kolonial merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda dengan memungut dana dari rakyat jajahan. Akibatnya ia diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya โ€” justru di sana ia mendalami ilmu pendidikan.

Sepulang dari pengasingan, pada 3 Juli 1922 ia mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa di Yogyakarta โ€” sekolah untuk bumiputra yang memadukan pendidikan modern dengan kebudayaan sendiri. Dari sinilah lahir trilogi kepemimpinan pendidikannya: "Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani" (di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan).

Setelah kemerdekaan, Ki Hadjar menjadi Menteri Pengajaran pertama Republik Indonesia. Ia wafat 26 April 1959 dan dianugerahi gelar pahlawan nasional pada tahun yang sama. Tanggal lahirnya ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional lewat Keppres No. 316 Tahun 1959, dan semboyan "Tut Wuri Handayani" diabadikan dalam logo kementerian pendidikan hingga kini.

Makna & Cara Memperingati

Sekolah dan universitas mengadakan upacara, lomba, dan diskusi pendidikan. Tema Hardiknas berganti setiap tahun, biasanya menyoroti isu pendidikan terkini.

Setiap 2 Mei, kementerian pendidikan merilis pedoman, tema, dan logo resmi Hardiknas. Upacara bendera digelar serentak di sekolah, kampus, dan kantor pemerintah dengan pembacaan pidato Menteri Pendidikan โ€” beberapa tahun terakhir bulan Mei bahkan dirayakan penuh sebagai Bulan Merdeka Belajar / Bulan Pendidikan.

Momentum ini biasa dipakai pemerintah untuk meluncurkan kebijakan atau capaian program pendidikan, serta memberikan penghargaan kepada guru, sekolah, dan pegiat pendidikan berprestasi.

Di Yogyakarta, peringatan terasa istimewa: ziarah ke makam Ki Hadjar Dewantara di Taman Wijaya Brata serta acara di Perguruan Taman Siswa dan Museum Dewantara Kirti Griya, rumah peninggalannya.

Siapa yang merayakan: Komunitas pendidikan Indonesia: guru, murid, dosen, mahasiswa.

Fakta Singkat

  • Nama asli Ki Hadjar Dewantara adalah R.M. Soewardi Soerjaningrat; ia berganti nama pada usia 40 tahun.
  • Semboyan "Tut Wuri Handayani" di logo kementerian pendidikan berasal dari trilogi Taman Siswa.
  • Ia diasingkan ke Belanda gara-gara tulisan satir "Als ik een Nederlander was" (1913).
  • Ki Hadjar adalah Menteri Pengajaran pertama RI.
  • Hardiknas bukan hari libur nasional.

Tanggal Hardiknas per tahun

FAQ

Hari Pendidikan Nasional kapan?

Hari Pendidikan Nasional berikutnya jatuh pada Minggu, 2 Mei 2027.

Apakah Hari Pendidikan Nasional libur nasional?

Hari Pendidikan Nasional adalah hari peringatan, bukan hari libur nasional โ€” kegiatan kerja dan sekolah berjalan seperti biasa.

Siapa yang merayakan Hari Pendidikan Nasional?

Komunitas pendidikan Indonesia: guru, murid, dosen, mahasiswa.

Apa arti "Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani"?

Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan โ€” trilogi kepemimpinan pendidikan rumusan Ki Hadjar Dewantara yang menjadi falsafah pendidikan nasional.

Apa bedanya Hardiknas dengan Hari Guru Nasional?

Hardiknas (2 Mei) memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara dan menyoroti pendidikan secara umum; Hari Guru Nasional (25 November) memperingati lahirnya PGRI 1945 dan merayakan profesi guru.