๐Ÿ“ŒPeringatan

HARI
IBU

Hari Ibu Indonesia diperingati setiap 22 Desember, bertepatan dengan Kongres Perempuan Indonesia pertama tahun 1928 di Yogyakarta. Tahun ini, Hari Ibu jatuh pada Selasa, 22 Desember 2026.

Sejarah & Asal Usul

Kongres Perempuan Indonesia I diadakan 22-25 Desember 1928, menyatukan organisasi perempuan Indonesia untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dilakukan lewat Keppres No. 316/1959 oleh Presiden Soekarno.

Hari Ibu Indonesia lahir dari peristiwa politik, bukan tradisi kado dan bunga. Pada 22โ€“25 Desember 1928 โ€” hanya dua bulan setelah Sumpah Pemuda โ€” sekitar 30 organisasi perempuan dari berbagai daerah berkumpul di Yogyakarta menggelar Kongres Perempuan Indonesia I.

Kongres itu membahas isu-isu berat pada zamannya: pendidikan bagi anak perempuan, perkawinan anak, nasib janda dan yatim, serta peran perempuan dalam pergerakan kebangsaan. Dari kongres ini lahir federasi organisasi perempuan yang menyatukan gerakan perempuan Indonesia.

Tanggal pembukaan kongres, 22 Desember, kemudian ditetapkan sebagai Hari Ibu oleh Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung tahun 1938, lalu dikukuhkan secara resmi oleh Presiden Soekarno lewat Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959.

Karena akarnya itu, makna asli Hari Ibu lebih luas dari sekadar merayakan jasa ibu di rumah: ia adalah peringatan kebangkitan gerakan perempuan Indonesia. Peringatan resminya pun disebut "Peringatan Hari Ibu" (PHI) dengan hitungan tahun dari 1928, dikoordinasikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Makna & Cara Memperingati

Anak-anak dan keluarga memberikan apresiasi kepada ibu lewat hadiah, masakan favorit, atau pesan kasih sayang. Acara televisi, kampanye sosial, dan refleksi peran ibu menjadi tradisi tahunan.

Peringatan resmi punya lambang tersendiri: setangkai bunga melati dengan kuncupnya โ€” melambangkan kasih sayang sekaligus kekuatan dan kesucian pengabdian ibu serta perempuan Indonesia.

Secara resmi, KemenPPPA merilis tema, logo, dan pedoman PHI setiap tahun; upacara dan acara puncaknya menyoroti pemberdayaan perempuan, bukan hanya peran domestik ibu.

Di keluarga, 22 Desember identik dengan ungkapan terima kasih kepada ibu: hadiah kecil, bunga, masakan istimewa, atau sekadar mengambil alih pekerjaan rumah seharian. Media sosial dipenuhi ucapan dan foto bersama ibu.

Sekolah mengadakan acara bertema kasih ibu, sementara berbagai komunitas menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk ibu, seminar parenting, dan penghargaan bagi perempuan berprestasi di daerahnya.

Siapa yang merayakan: Seluruh masyarakat Indonesia, terutama ibu dan keluarga.

Fakta Singkat

  • Hari Ibu Indonesia berakar pada kongres politik perempuan 1928, bukan tradisi Mother's Day Barat.
  • Peringatan resminya disebut PHI (Peringatan Hari Ibu) dan dihitung dari tahun 1928.
  • Ditetapkan sebagai hari ibu oleh Kongres Perempuan III (1938), dikukuhkan Keppres No. 316/1959.
  • Digelar dua bulan setelah Sumpah Pemuda, di kota yang sama-sama jadi simpul pergerakan: Yogyakarta.
  • Bukan hari libur nasional.

Tanggal Hari Ibu per tahun

FAQ

Hari Ibu kapan?

Hari Ibu berikutnya jatuh pada Selasa, 22 Desember 2026.

Apakah Hari Ibu libur nasional?

Hari Ibu adalah hari peringatan, bukan hari libur nasional โ€” kegiatan kerja dan sekolah berjalan seperti biasa.

Siapa yang merayakan Hari Ibu?

Seluruh masyarakat Indonesia, terutama ibu dan keluarga.

Kenapa Hari Ibu Indonesia beda dengan Mother's Day internasional?

Hari Ibu Indonesia (22 Desember) berbasis Kongres Perempuan Indonesia 1928, sedangkan Mother's Day internasional (Minggu kedua Mei) berasal dari tradisi Amerika Serikat. Keduanya hari yang berbeda dengan latar belakang historis berbeda.

Apa makna asli Hari Ibu Indonesia?

Memperingati kebangkitan gerakan perempuan Indonesia yang dimulai dari Kongres Perempuan I tahun 1928 โ€” perjuangan pendidikan, perlindungan, dan peran perempuan dalam kebangsaan โ€” bukan sekadar apresiasi peran ibu di rumah.